Sponsor

Sabtu, 20 September 2008

Beli Rumah dan Mobil

JODOH, rezeki, dan maut adalah rahasia Tuhan. Itu pula yang terjadi pada mantan pengamen jalanan, Ajeng Astiani (14). Tak ada yang menyangka finalis ajang Mamamia ini telah menjadi sosok terkenal dan bisa hidup berkecukupan.

Ajeng mengaku sangat mensyukuri apa yang telah dilimpahkan Tuhan kepadanya. Jerih payahnya selama ini membuahkan hasil dan bisa membahagiakan keluarganya. Lalu, apa saja yang telah diperoleh dara yang meraih urutan empat di ajang reality show Mamamia (Indosiar) itu?

Gadis yang sempat naik turun bus untuk mengamen itu mengungkapkan, dirinya sudah bisa membelikan keluarganya dua rumah dan satu mobil.

”Aku bisa menikmati semua ini karena datangnya bukan begitu saja, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Aku percaya adanya campur tangan Tuhan di dalam diri aku,” kata Ajeng di sela-sela peluncuran album perdananya bertajuk My Story di Club 3 Degrees FX Lifestyle Center di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/9) seperti dilansir Warta Kota.

Menyangkut dua rumah yang dibelinya, Ajeng mengatakan bahwa lokasi rumah itu berada di bilangan Bekasi. Saat ini kedua rumah tersebut dalam tahap pembangunan. Rencananya, satu rumah untuk didiami keluarganya, sementara satu rumah lainnya akan digunakan untuk rumah singgah bagi anak-anak pengamen jalanan.

Membangun rumah singgah merupakan cita-cita Ajeng untuk dapat membahagiakan teman-teman seprofesinya (pengamen) yang kurang beruntung. Rencananya di rumah singgah itu para pengamen akan mendapatkan keterampilan serta modal usaha.

”Aku dan kedua orangtuaku punya pengalaman selama mengamen dan tidur di Stasiun Senen yang sempat aku sebut sebagai rumah idaman. Makanya aku tahu persis kehidupan mereka dan aku berharap rumah singgah itu bisa menjadi tempat untuk mengubah nasib,” kata anak pasangan Dwi Astuti alias Mama Cindy dan Harry CH ini.

Ajeng menyebut album perdananya itu sebagai berkat yang diberikan Tuhan kepadanya. Rencananya dalam waktu dekat ini Ajeng dengan sponsor label rekamannya, Harvest Musik, akan tampil di depan publik Malaysia.

Seperti diberitakan, sejak usia 9 tahun Ajeng dan orangtuanya menggantungkan hidup sebagai pengamen. Dari satu bus ke bus lainnya, ia mendendangkan lagu di hadapan penumpang bus PPD 46 (Grogol-Kampung Rambutan), P6 (Grogol-Kampung Rambutan), dan PAC-81 (Kalideras-Depok). (warkot/jek)

3 komentar:

gideon mengatakan...

Tuhan Yesus berkati Ajeng ya,Gbu,Amin.
Gideon Kris,Medan,Sumut.Indonesia.Ok.

Saluhut Naibaho mengatakan...

Salut y buat Ajeng,,,selalu bersyukur

Saluhut Naibaho mengatakan...

Tetap bersyukur,,,

Related Posts with Thumbnails